Tanggal : 26 april 2008
Setidaknya 26 produk unggulan daerah yang tersebar di 14 provinsi di desain di Sulsel tepatnya di LP. Malindo Luwu Utara. Itulah salah satu butir hasil rapat koordinasi kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten/kota dari 14 provinsi dengan pihak Malindo pekan silam. Hal tersebut diungkapkan Direktur Malindo saat melepas para kepala Bappeda dan di sela-sela kesibukan gelar silaturrahmi keluarga menjelang pernikahan putri keduanya di Malindo.
''Kita telah merampungkan 26 formula produk unggulan daerah berbasis potensi lokal petani menjadi makanan ringan kering kualitas ekspor pesanan 14 provinsi. Produk tersebut dikerjakan oleh tujuh orang doktor ahli pangan instruktur Malindo, yang kemarin di ekspose di depan para kepala Bappeda daerah yang bersangkutan,'' kata Sakaruddin. Ke 14 provinsi yang hadir tersebut adalah Bali, NTT, NTB, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Papua, Irjabar, Maluku, Maluku Utara, Sultra, Gorontalo, Kalbar, dan Sulut, dimana pesanan produk unggulan terbanyak dipesan oleh Provinsi Bali sebanyak lima dari komoditi beras merah, kelapa dalam, jagung, dan ikan laut. Setidaknya 1.800 orang warga masyarakat dari 14 provinsi tersebut akan dilatih keterampilannya di Malindo sepanjang tahun 2008, di luar peserta magang dari luar negeri diantaranya Timor Leste, Philipina dan Vietnam, jelas Sakaruddin. Tujuan produk unggulan tersebut adalah dalam rangka peningkatan pendapatan petani dan PAD dari royalti Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) produk atas nama gubernur/bupati/walikota eksovisio paparnya. Saat ditanya bagaimana produk unggulan Sulsel, Sakaruddin menyatakan belum ada produk unggulan daerah hasil pengolahan makanan di Sulsel walau gubernur Sulsel telah mencanangkan 16 produk unggulan tahun 2007, tapi yang terealisir baru satu produk yakni Chips Jagung Enak Bantaeng.